Jemputhoki | Sobat Fakta, coba perhatikan foto-foto bulan purnama dari berbagai malam yang berbeda. Kamu akan sadar polanya selalu sama: manusia di Bumi cuma pernah melihat satu sisi bulan sepanjang sejarah, sampai akhirnya wahana luar angkasa berhasil memotret sisi satunya pada tahun 1959. Kenapa bisa begitu?
Apa Itu Tidal Locking?
Fenomena ini disebut tidal locking atau penguncian pasang surut. Ini terjadi karena periode rotasi Bulan pada porosnya sendiri persis sama dengan periode revolusinya mengelilingi Bumi, yaitu sekitar 27,3 hari. Karena kedua periode ini sama persis, sisi yang sama selalu menghadap ke Bumi, sementara sisi satunya (yang sering disebut keliru sebagai "sisi gelap bulan") selalu membelakangi kita.
Kenapa Bisa Terkunci Seperti Itu?
Tidal locking terjadi akibat gaya gravitasi Bumi yang menarik Bulan secara tidak merata karena bentuk Bulan yang sedikit lonjong, bukan bulat sempurna. Selama miliaran tahun, gaya tarik ini secara bertahap memperlambat rotasi Bulan sampai akhirnya "terkunci" pada kondisi sekarang, di mana rotasi dan revolusinya sinkron sempurna.
Apakah "Sisi Gelap Bulan" Benar-benar Gelap?
Ini salah satu miskonsepsi paling umum. Sisi yang membelakangi Bumi itu bukan berarti selalu gelap — sisi itu tetap mendapat sinar matahari sesuai fase bulan, sama seperti sisi yang menghadap Bumi. Istilah yang lebih tepat adalah "sisi jauh bulan" (far side), bukan "sisi gelap".
Apa Bedanya Sisi Dekat dan Sisi Jauh Bulan?
Menariknya, kedua sisi bulan ini punya karakteristik permukaan yang cukup berbeda. Sisi yang menghadap Bumi punya lebih banyak dataran gelap luas yang disebut "mare" (bekas aliran lava purba), sementara sisi jauh bulan didominasi oleh kawah dan medan yang jauh lebih kasar, dengan jumlah mare yang jauh lebih sedikit. Jemputhoki